Bagi umat Islam sangat dianjurkan untuk selalu bersedekah atau membagikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan. Tidak peduli sedekah itu banyak atau sedikit jumlahnya yang penting ikhlas lillahi ta’ala.
Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kedua malaikat tersebut turun ke Bumi dan more info masing-masing darinya berseru: "Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya", sedangkan yang satunya lagi berkata; "Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).
Ketika sudah mengetahui makna dan cara menunaikan sedekah subuh, Anda harus tau doa dan niat sedekah subuh. Dengan membaca doa dapat melengkapi amalan sedekah subuh kita. Karena itu, bacalah niat berikut sebelum melakukan sedekah subuh:
Bahkan, dalam kondisi nyaris mati, orang yang terdesak kebutuhan ini boleh memerangi orang yang membawa bekal jika memang ia menolak memberinya sedikit saja bekal yang ia bawa dan ia tidak berdosa dengan tindakan tersebut.
Amal batin adalah amal yang dilakukan dalam hati atau pikiran, yang tidak tampak oleh orang lain. Contoh dari amal batin adalah memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita, berdoa untuk kebaikan orang lain, dan menjaga niat yang ikhlas dalam menjalankan ibadah.
Pertama: Hukum orang yang meninggalkan puasa Orang yang meninggalkan puasa karena meremehkan dan malas tidaklah menjadi kafir. Hal itu dikarenakan...
Pertama, orang yang memerintah harus memiliki ilmu bahwa yang diperintahkan adalah suatu ketaatan. Jika dia tidak memiliki ilmu maka dia tidak boleh beramar ma’ruf.
Terdapat beberapa macam sedekah, salah satunya adalah sedekah subuh. Apa itu sedekah subuh dan bagaimana tata cara serta keutamaannya?
Jakarta - Sedekah adalah pemberian sesuatu dari seorang muslim kepada yang berhak menerimanya secara ikhlas dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dengan mengharap ridha Allah dan pahala semata. Hal ini dijelaskan oleh Ahmad Sangid, B.Ed., M.A dalam buku Dahsyatnya Sedekah.
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
Bukankah dengan bersedekah itu mengingatkan kita bahawa apa yang dimiliki hari ini itu adalah nikmat dan atas keizinan dari Allah SWT? Jadi, jika kita ini hamba yang bersyukur, maka memberilah tanpa berkira-kira.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab keraguan dari para shahabat ini dengan menggunakan qiyas bil’aqsi (analogi yang berkebalikan).
Sedekah bersama teman ini akan mengingatkan kita dengan kisa dua orang sahabat yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Keduanya selalu berlomba-lomba dalam menunaikan kebaikan. Selain itu, keduanya juga selalu bersaing untuk memberikan yang terbaik dari yang mereka miliki.